Beberapa Contoh Bisnis Yang Menjanjikan

Stereotipe pebisnis di mata masyarakat adalah mereka yang memiliki banyak uang dari usaha yang ditekuni. Padahal, menjaadi pebisnis juga tidak sesederhana yang dibayangkan orang selama ini. Pertama, pelaku usaha harus pandai melihat peluang bisnis yang menjanjikan sebelum memutuskan untuk menekuninya. Kedua, merintis usaha membutuhkan modal, baik sedikit maupun dalam skala besar. Ketiga, menjadi pebisnis memiliki resiko merugi, sesuatu yang tidak akan dirasakan oleh karyawan. Jika sampai usaha yang dilakoni merugi, terlebih jika sampai bangkrut, modal yang telah dikeluarkan pun tidak akan kembali.

Meski demikian, banyak pula memang keuntungan menjadi pebisnis, terutama bila berhasil mendapatkan bisnis yang menjanjikan. Tidak menerima perintah dan justru memberi perintah adalah salah satu keunggulan yang paling menyenangkan karena tidak perlu mendengar omelan atau disuruh-suruh oleh atasan. Mendapatkan materi berlimpah juga keuntungan tidak terbantah dari menjadi pebisnis yang berhasil. Dan, seorang pengusaha juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang-orang yang membutuhkan, bukan ikut menunggu untuk melamar sebuah posisi tertentu. Namun sekali lagi, bisnis yang dijalani haruslah menghasilkan laba yang cukup untuk menikmati semua keuntungan-keuntungan tersebut.

Bisnis Sarang Walet

Bisnis yang menjanjikan pertama adalah usaha sarang walet. Bisnis ini dapat menghasilkan omzet mencapai ratusan juta rupiah perbulan hanya dengan menjual sarang walet saja. Namun, bisnis ini juga memang membutuhkan modal yang cukup besar ketika memulainya. Jika ingin menekuni bisnis ini, harus menyiapkan kandang walet berupa sebuah bangunan minimal lima lantai dan berada di 1500 meter di atas permukaan laut. Juga, kandang harus jauh dari keramaian mengingat walet merupakan hewan yang sensitif terhadap suara. Selanjutnya adalah menyiapkan indukan walet yang bagus agar dapat menghasilkan keturunan yang baik pula. Ternak yang bagus diperlukan untuk menghasilkan sarang walet berkualitas grade A. Sarang tersebut sendiri didapatkan dari air liur walet. Untuk satu kilogram sarang walet kualitas terbaik, harganya dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Bisnis KateringBisnis Katering

Katering juga termasuk bisnis yang menjanjikan dan tidak tergerus zaman. Agar mendapatkan penghasilan tinggi, sebaiknya membuka katering harian di samping katering hajatan. Katering harian dapat menjamin adanya pemasukan tetap setiap bulan. Target yang tepat untuk katering harian adalah para pelajar dan mahasiswa yang merantau dan tidak sempat memasak setiap hari tetapi menginginkan menu masakan rumahan, lalu para karyawan yang membutuhkan pengantaran makan siang agar tidak perlu keluar kantor, juga para Ibu yang sibuk dan tidak sempat memasak untuk keluarga. Sistem pembayaran katering harian ini dapat dilakukan mingguan atau bulanan. Sedangkan target untuk katering hajatan adalah kalangan umum yang hendak mengadakan acara syukuran, seperti pernikahan, pengajian, atau peringatan ulang tahun. Perlu dicatat bahwa bisnis katering pada akhirnya bukan bergantung terhadap harga, tetapi rasa. Sehingga, penting sekali untuk menyajikan makanan yang lezat dan memuaskan lidah konsumen.

Bisnis Minimarket

Minimarket merupakan penyempurnaan dari toko kelontong, di mana menyediakan kebutuhan sehari-hari beserta keperluan lain yang lebih lengkap. Display di minimarket pun umumnya lebih baik dibandingkan dengan toko kelontong. Minimarket saat ini juga menjadi bisnis yang menjanjikan dan layak untuk ditekuni. Lebih praktis memang bila menjalankan minimarket waralaba karena tinggal menggelontorkan dana saja, sistem dan semua stok barang sudah disediakan oleh pihak pemilik merk dagang. Namun, waralaba berarti harus berbagi keuntungan dengan pemilik merk yang nominalnya cukup besar, setiap bulannya. Karena itu, lebih baik membuka minimarket pribadi, sebab keuntungan sepenuhnya dimiliki oleh pemilik. Selain itu, harga produk yang ditawarkan minimarket pribadi pun lebih terjangkau, bahkan setara dengan harga yang dibanderol toko kelontong. Supaya mendapatkan produk dengan harga terjangkau untuk dijual kembali, pemilik harus berhubungan langsung dengan distributor atau bahkan pabrik produk terkait dan menjalin kerja sama. Minimarket pribadi juga tidak harus mempekerjakan banyak karyawan yang menjadi salah satu ketentuan wajib minimarket waralaba, sehingga pengeluaran untuk gaji pegawai pun dapat ditekan dan memberikan keuntungan lebih kepada pemilik sekaligus pegawai yang mendapatkan gaji lebih besar.

Artikel terkait :