header 728 x 90 3

Cara Mengelola Dan Mengontrol Karyawan

Karyawan yang merupakan aset perusahaan perlu dikelola dengan baik agar memiliki nilai tambah bagi perusahaan. Sebagian besar keuntungan yang diperoleh perusahaan berasal dari jasa-jasa karyawan yang bekerja dari mulai produksi barang sampai penjualan. Salah satu unsur manajemen adalah sumber daya manusia (SDM), apabila SDM perusahaan dikelola dengan baik jalannya roda perusahaan akan semakin lancar dan proses pengontrolan usaha oleh para pemilik perusahaan menjadi mudah dilakukan. Usaha yang mulai dirintis dan masih kecil harus pula menyiapkan struktur kerja dan rekrutmen karyawan untuk beberapa posisi agar terdorong untuk menjadi lebih maju.

Pengelolaan karyawan dimulai dari cara merekrut sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan sesuai posisinya, yang kedua menetapkan kriteria penilaian bagi masing-masing karyawan agar perusahaan mendapatkan orang-orang yang tepat, yang ketiga membina karyawan melalui pendidikan dan pelatihan agar mereka lebih cakap menjalankan tugas-tugasnya dan lebih loyal kepada perusahaan, dan keempat adalah proses pendelegasian sebagian tugas artinya setelah terlatih karyawan diberi kepercayaan untuk mengelola perusahaan sesuai bidangnya masing-masing sehingga para pemilik perusahaan dapat memiliki luang untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih besar.

cara mengontrol karyawanPertama merekrut karyawan. Dalam merekrut karyawan harus diperhatikan proses rekrutmen, dari mulai menyusun kriteria karyawan berdasar kebutuhan perusahaan baik lulusan sekolah menengah atau sarjana serta jurusan yang mereka kuasai lalu umumkan pada iklan lowongan kerja di surat kabar misalnya. Selanjutnya proses penerimaan dan penyeleksian meliputi menyeleksi surat lamaran, melakukan tes keahlian dan tes wawancara. Setelah didapat kriteria yang yang dibutuhkan dapat mulai penempatan karyawan dengan masa percobaan kerja misalnya selama 3 bulan.

Ketika karyawan mulai bekerja pada masa percobaan, perusahaan dapat menilai kinerja mereka. Perusahaan dapat menilai mereka baik dari segi skill dan kecerdasan teknis mereka juga kecerdasan emosi mereka seperti mampu bekerjasama dan loyal terhadap tugas dari perusahaan. Beberapa kriteria penilaian mencakup beberapa aspek seperti; kemampuan cara berpikir sistematis atau kecerdasan (Capability), kemampuan menangani masalah dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi (Capacity), karakter atau watak seperti kejujuran, ramah tamah, santun, taat aturan dan lainnya (Character), selanjutnya kredibilitas atau sikap dapat dipercaya dalam melaksanakan tugas atau tidak curang (Credibility) , dan komitmen atau kesungguhan ingin memajukan perusahaan (Comitment), dan terakhir penilaian dari segi kreatifitas dapat menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien (Creativity), dan kemampuan mereka dalam bekerjasama dengan orang lain sebagai satu tim, serta dapat berkomunikasi dengan baik, baik terhadap atasan, rekan kerja atau bawahan (Compabilility).

Seorang pemilik perusahaan atau pemilik bisnis (owner) yang handal akan menerapkan dan menciptakan sifat kepemimpinan (leadership) yang efektif kepada para karyawan sehingga diharapkan karyawan akan mampu memimpin dan menangani tugasnya dengan baik serta mampu menyelesaikan masalah pekerjaannya secara bijaksana, mampu bersinergi dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu kesatuan kerja yang kuat dan seluruhnya berkomitmen untuk bersama-sama memajukan perusahaan. Proses pembinaan leadership atau kepemimpinan dapat dilakukan pemilik perusahaan dengan mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) bagi karyawannya dengan mengambil pementor dari luar yang sudah ahli untuk bidang tersebut, bisa dikatakan karyawan disekolahkan lagi supaya makin berkualitas.

Karyawan yang telah terdidik dan memiliki sifat leadership yang baik pada akhirnya dapat diberi atau didelegasikan sebagian tugas-tugas penting yang sebelumnya dipegang oleh pemilik perusahaan, mereka diberi kepercayaan mengelola perusahaan berdasarkan struktur kerja mereka dari mulai direktur, manajer, hingga kepala bagian atau divisi-divisi dan terus ke bawahnya. Dengan demikian tugas pemilik (owner) bisa ringan dan bisa fokus pada pengembangan usahanya seperti membuka cabang – cabang dan lainnya.

Tags:
author

Author: 

Related Posts