header 728 x 90 3

Cara Praktis Menarik Pelanggan

Calon pembeli atau target market adalah yang dicari oleh setiap penjual atau pemasar produk. Setiap penjual yang sukses tahu siapa target market mereka. Anda dapat mengenali orang-orang yang bisa menggunakan produk yang Anda jual. Misalnya produk buku untuk mahasiswa sudah jelas calon pembelinya adalah para mahasiswa. Produk kecantikan pasti pembelinya adalah gadis remaja dan ibu-ibu. Setelah mengetahui target market lalu rincilah secara lebih detil, untuk gadis remaja untuk kategori umur 17 tahun sampai 20 tahun misalnya ABG, Mahasiswi. Karyawati perkantoran dan karyawati pabrik, mall kategori umur 20 sampai 25 tahun. Dan seterusnya sampai didapat target market yang sangat jelas, apalagi jika harga produknya cukup tinggi harus disusun target market yang tepat untuk kalangan menengah ke atas misalnya.

menarik pelangganMengenali calon pembeli mutlak dilakukan oleh seorang penjual agar dapat menentukan cara promosi yang tepat agar mereka mau membeli produk Anda. Anda perlu tahu juga kisaran jumlah mereka dan tren yang mereka ikuti Anda pun harus mengikutinya. Langkah awal kesuksesan menjual produk adalah mengenali calon pembeli dengan pasti dan terinci.

Setelah mengenali target market, mulailah lakukan promosi dan penjualan produk Anda. Bagaimana agar calon pembeli merasa tertatik dengan produk Anda dan bersedia untuk membelinya?. Berikut kiat-kiat praktis menarik calon pembeli;

1. Pada permulaan promosi Anda tidak harus menjual produk, Anda dapat melakukan perkenalan produk kepada mereka. Anda bisa memberikan promosi gratis kepada pembeli, misalnya produk parfum Anda bisa memberikan promosi kepada calon pembeli dengan membiarkan mereka mencoba produk Anda, Anda beri satu atau dua semprot parfum agar mereka tahu kualitas Parfum Anda, sekaligus Anda beritahu mereka nomor telepon atau email Anda misalnya. Kalau mereka tertarik mereka akan mencari atau menelepon Anda. Anda dapat memberikan promosi misalnya beli dua bonus satu, atau beli parfum bonus lipstick, atau membeli satu Rp. 100.000 kalau beli 10 harganya jadi Rp. 75.000 per buah misalnya, untuk mengundang reseller.
2. Yakinkan calon pembeli dengan kualitas produk, dengan garansi misalnya. Sehingga mereka terpikat dan mau membeli.
3. Barang yang dijual mempunyai nilai tambah yang jelas. Kalau Anda kebingungan mencari nilai tambah dari produk Anda, carilah semua produk pasti mempunyai nilai tambah.

Contoh konkrit seperti dua pedagang menjual bakso, yang pertama menjual bakso dengan rasa yang sangat enak dan gurih, sementara bakso yang dijual pedagang kedua rasanya biasa saja tapi dia mengutamakan pelayanan yang ramah dan cepat. Diantara kedua pedagang itu yang laku dan ramai pengunjung justru pedagang bakso yang kedua padahal rasanya kan biasa saja. Ternyata setelah diteliti pedagang bakso kedua tau baksonya biasa saja aapi dia membuat nilai tambah dari fasilitas tempat yang dia buat menarik, tempatnya artistik, luas dan nyaman dengan tempat parkir yang cukup luas dan aman. Pengunjung rupanya merasa nyaman makan bakso ditempat pedagang kedua ini, lain halnya dengan pedagang yang pertama dia tidak menghiraukan kenyamanan pembeli ketika mereka makan bakso di tempat itu sehingga walaupun rasanya enak rupanya pengunjung kurang betah. Anda jelaskan nilai tambah produk Anda dibanding produk pesaing, cara menjelaskannya bisa dengan penjelasan kata-kata, bisa juga dengan bukti kualitas yang terkandung dalam produk, seperti pedagang bakso yang kedua dalam ilistrasi di atas, dia tidak berkata apa-apa tapi dia membuktikan kepada pengunjung bahwa tempatnya sangat nyaman untuk dikunjungi. Orang-orang senang membeli barang yang mereka butuhkan disertai dengan nilai tambah yang nyata dan kualitas yang lebih bagus, apalagi mereka diyakinkan dengan garansi.

Tags:

Rate this article!

author

Author: 

Related Posts