header 728 x 90 3

Cara Sukses Mengelola Produksi

Salah satu patokan yang harus diperhatikan untuk menekuni barang yang harus diproduksi adalah jalankan usaha produksi apabila produk tersebut ada pasarnya, jangan berproduksi karena ikut-ikutan tren yang sedang terjadi seperti memproduksi batu akik dan batu black oval secara besar-besaran karena sedang tren tapi beberapa bulan kemudian trennya menurun dan batu akik agak sulit dipasarkan, contoh lain seperti produksi peternakan orang-orang mengikuti tren dengan beternak burung kenari ketika ramai kenari dicari orang, sedang asyik berproduksi mencetak anakan kenari tiba-tiba tren melemah dan harga kenari turun dan merosot tajam akhirnya banyak peternak kenari yang gulung tikar. Begitu pula pernah dialami sebelumnya tren ikan louhan, tren tanaman antorium dan lainnya.cara praktis mengelola produksiSebenarnya setiap barang yang bisa diproduksi dan ada peminatnya mempunyai pasar tersendiri, artinya bisa dijual namun harus dikalkulasi dengan survey misalnya pengguna barang tersebut kapasitasnya berapa banyak sehingga produksi masih bisa berjalan walaupun tidak terlalu besar namun masih ada untung. Seperti yang pernah terjadi trennya naik contoh batu akik sampai sekarang bahkan dari dulu pun pasarnya ada namun harganya harus menyesuaikan pasar jangan menyesuaikan tren, ketika tren melemah batu akik masih bisa dijual kepada penghobinya yang masih banyak di wilayah nusantara ini. Begitupun seperti burung kenari sampai sekarang pasarnya ada, penampungnya ada, namun harganya sesuai harga pasar bukan harga tren yang telah lewat, walaupun dipandang harganya murah namun bagi peternak kenari masih tetap untung karena harga jual di pasar masih ada selisih dengan biaya produksi, cuma kapasitasnya atau jumlah pesanannya tidak sebesar ketika tren lagi naik tapi sungguhpun begitu masih tetap menguntungkan.

Dalam memproduksi barang harus dipertimbangkan cara mengelola produksi supaya efektif dan efisien serta kualitasnya terjaga dengan baik. Efektif berhubungan dengan waktu pengerjaannya dan efisien berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan harus bisa menutupi sehingga ketika dijual masih ada untung syukur-syukur kalau untungnya besar.
Bahan baku yang baik adalah prinsip awal produksi, kalau bahan baku tidak berkualitas atau cacat hasilnya tidak akan baik. Seperti kalau dibidang peternakan pertamakali harus menyediakan (bahan baku atau materi) bibit yang unggul, disertai pakan ternak, obat, dan vitamin hewan yang berkualitas. Bahan baku atau materi yang baik berkualitas dan murah adalah patokan utama agar produksi memperoleh untung yang baik nantinya.

Proses produksi yang baik dilakukan setelah tersedia bahan atau materi. Prinsip dari proses produksi adalah bagaimana menetapkan proses yang mudah difahami dan sesuai dengan standar umum. Seperti memproduksi makanan harus sesuai dengan resep, memproduksi obat harus sesuai dengan takaran yang berlaku serta standar lainnya yang dikeluarkan dinas kesehatan misalnya, memproduksi hewan ternak harus sesuai takaran dari segi pakan dan obat-obatan serta standar lain seperti standar kebersihan kandang, standar penyemprotan desinfektan untuk menjaga penularan penyakit dan lainnya.

Setelah proses produksi selesai masuk pada tahap penyimpanan hasil produksi dengan patokan penyimpanan aman dan sesuai standar, seperti adanya gudang, atau penyimpanan obat harus diruangan yang bersuhu berapa derajat, penyimpanan daging harus dengan frezer yang baik misalnya agar nantinya dapat dinikmati konsumen dengan baik.

Dan sebelum dipasarkan diadakan sistem kontrol dari mulai penerimaan bahan baku, proses produksi, kemasan, penyimpanan dengan adanya kontrol kualitas (Quality Control) jangan sampai barang diberikan kepada konsumen dalam keadaan rusak atau cacat.

Setelah barang dipasarkan dan dipakai oleh konsumen, konsumen diberi kemudahan cara pemakaian yang baik dan sesuai ketentuan yang berlaku serta perusahaan produksi bisa minta saran atau masukan dari konsumen mengenai produksinya sudah memuaskan konsumen atau belum dengan adanya layanan konsumen supaya menjadi umpan balik kalau ada yang kurang bisa diperbaiki dan sarana komunikasi dengan konsumen supaya konsumen lebih senang dan terikat dengan produk yag dipakai yang akhirnya berlangganan.

Tags:

Rate this article!

author

Author: 

Related Posts